Langsung ke konten utama

Soto Ayam Semarang

Karena aku ini asli Semarang, jadi kemanapun berangkat senantiasa ribang serupa soto ini, Soto Semarang. Rasa Soto Ayam Semarang mengarah lebih enak dibandingkan Soto Ayam Bersih yg lebih manis. Lauknya pula serupa macamnya, terdapat sate ayam, usus, kijing, bergedel, tempe, ketahui, kerupuk, apalagi otak gorengpun terdapat. Terlebih cocok hujan tuh, makan soto jadinya seger sangat, beuuuuh! Nambah.. nambah deh makannya.

Materi:

1 akhir ayam

2 liter air

3 sdm minyak sayur

4 lembar daun jeruk

2 batang serai

2 lembar daun salam

2 ruas jahe

2 batang bonggol daun bawang

1 sdm garam

1 sdt gula

1 sdm kecap manis

bumbu rasa atau kaldu praktis bila suka

Bahan Lembut:

10 buah bawang merah

6 siung bawang putih

1 sdt ketumbar

1 sdt merica

1 atau 2 sdt pala

1 ruas kunyit( optional)

Aksesoris:

nasi

soun

tomat

sitrus nipis

tauge pendek, disiangi

cabai menggodok, blender

bawang merah goreng

bawang putih goreng

daun bawang

daun seledri

Metode Membuat:

Didihkan air, masukkan ayam, daun sitrus, serai, daun damai, jahe, serta bonggol daun bawang.

Tumis bahan lembut hingga wangi serta matang, masukkan ke dalam rebusan ayam, tambahkan gula, kecap manis serta garam, menggodok kembali sampai harum terhirup.

Ambil ayam, suir suir.

Sediakan cawan, isi dengan nasi, soun, tauge, suiran ayam, daun bawang serta seledri, sayatan tomat, tuangi kuah, taburi bawang merah serta putih goreng. Sedia disajikan.

Lauk:

sate ayam, telur pikau, kerang

telur menggodok atau bacem

ketahui tempe goreng

kerupuk

bergedel kentang

Aku sangat senang gunakan sambel yang banyak, ditambah kucuran sitrus nipis, wuaaah seger sangat, janganlah kurang ingat tempe gorengnya. Jika suami aku senang sangat ditambah kecap, jika aku tidak senang manis jadi yang enak enak aja hehehe. Ini aku sembari menulis sembari kepengen makan soto pula aduh cocok sangat saat ini lagi ujan sore- sore. Ngiler......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Kebijakan Terbaru Pemerintah: Apa Dampaknya untuk Rakyat?

 Pemerintah Indonesia terus mengeluarkan berbagai kebijakan strategis guna menghadapi tantangan ekonomi global, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pembangunan nasional. Tahun 2025 menjadi momen penting karena berbagai regulasi dan program baru mulai diimplementasikan. Dalam artikel ini, kita akan merangkum kebijakan terbaru pemerintah serta menelaah dampaknya terhadap rakyat secara langsung. 1. Kebijakan Subsidi Energi yang Lebih Tepat Sasaran Salah satu kebijakan utama pemerintah adalah reformasi subsidi energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik. Pemerintah mengalihkan skema subsidi dari barang ke orang melalui digitalisasi data penerima manfaat, menggunakan basis data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Dampak untuk rakyat: Positif : Subsidi akan lebih tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat miskin dan rentan. Negatif : Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertalite dan Solar dapat meningkatkan biaya hidup kelas menengah, terutama sektor ...

Peta Politik Indonesia 2025: Siapa yang Siap Maju di Pilpres?

 Tahun 2025 menjadi panggung awal pertarungan politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Meski pemilu masih empat tahun lagi, berbagai partai politik dan tokoh nasional sudah mulai menunjukkan manuver politiknya. Peta politik Indonesia pun mulai terbentuk, dengan berbagai spekulasi dan prediksi siapa saja yang akan maju sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres). Artikel ini membahas siapa saja tokoh yang digadang-gadang akan maju di Pilpres 2029, manuver partai politik di 2025, serta bagaimana dinamika koalisi mulai terbentuk. Analisis ini penting untuk memahami arah politik Indonesia di masa depan. Tokoh Potensial Capres 2029: Siapa Saja Mereka? 1. Ganjar Pranowo Mantan Gubernur Jawa Tengah dan capres pada Pilpres 2024 ini masih menjadi salah satu tokoh sentral dalam politik nasional. Meski kalah dari Prabowo Subianto, Ganjar tetap aktif di dunia politik dan menjadi figur kuat di kalangan pendukung nasionalis. PDIP kemungkinan besar masih akan m...